Pada pembelajaran kali ini, kita akan mengeksplorasi penggunaan Arduino Uno dengan RFID (Radio Frequency Identification) untuk mengenali objek tanpa melakukan kontak fisik. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam tentang cara kerja RFID, serta bagaimana teknologi ini dapat diterapkan untuk solusi inovatif, seperti sistem kontrol akses atau pelacakan inventaris.
RFID berfungsi dengan membaca ID unik yang terdapat pada kartu RFID menggunakan pembaca RFID (RFID reader). Data ID tersebut kemudian diproses oleh (Radio Frequency Identification), yang bertugas mencocokkan ID dengan daftar yang telah ditentukan. Jika ID sesuai, Arduino dapat memberikan respons tertentu, seperti menyalakan lampu LED, membuka relay untuk kunci otomatis, atau memberikan notifikasi. Jika ID tidak cocok, sistem dapat memberikan respons berupa bunyi alarm atau indikator penolakan.
Proses pembelajaran melibatkan penggunaan perangkat lunak (Radio Frequency Identification) untuk memprogram Arduino Uno. Kode yang dimasukkan ke dalam Arduino IDE tidak hanya mengatur fungsi perangkat keras, tetapi juga menyimpan (Radio Frequency Identification) yang akan digunakan sebagai acuan dalam proses identifikasi. Penyesuaian kode diperlukan untuk memastikan:
- Penyimpanan Data ID yang Valid: Kode harus mampu menyimpan dan mencocokkan ID kartu dengan benar.
- Pengaturan Respons: Respons seperti membuka kunci, menyalakan indikator, atau memberikan alarm perlu diatur sesuai kebutuhan.
- Penanganan Kesalahan: Sistem harus dapat menangani ID yang tidak dikenal dengan memberikan feedback yang tepat kepada pengguna.
Pembelajaran ini diharapkan memberikan pengalaman langsung dalam merancang dan memprogram sistem berbasis RFID menggunakan Arduino. Selain mengenali objek tanpa kontak fisik, peserta juga akan belajar cara membuat sistem yang praktis dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk absensi otomatis, pengamanan pintu, atau manajemen aset. Teknologi sederhana ini membuka banyak peluang untuk inovasi dalam berbagai bidang.